Peace Train Indonesia Jakarta – Bandung

Kami Yang Merindukan Perdamaian

Kami yang merindukan perdamaian di negara ini.

Kami yang haus akan persatuan bangsa ini.

Kami yang ingin negara ini jauh dari permusuhan karena perbedaan.

Di sini kami berkumpul, untuk menyuarakan perdamaian bagi bangsa Indonesia

Di sini kami berbagi pengalaman untuk memperkaya iman masing-masing.

Di sini kami berbagi pengalaman untuk saling memahami perbedaan di antara kami.

Di sini kami berkumpul untuk menebarkan damai bagi semua orang

Di sini kami berkumpul untuk menjadi duta damai.

Damai di hati! Damai bagi sesama! Damai Untuk kita!

Sorak sorai menyambut sang raja Damai!!!!!

 

Pengalaman Perjumpaan

Peace Train Indonesia adalah program traveling lintas agama dengan menggunakan kereta api, menuju ke satu kota yang telah ditentukan. Program peace train kali ini adalah peace train ke 4 yangtravelling dari Jakarta menuju kota Bandung. Peserta Peace Train kebanyakan terdiri dari orang muda datang dari berbagai kota dan daerah, juga dari berbagai agama dengan tujuan yang sama yaitu untuk saling belajar, berbagi cerita, berdialog, bekerja sama, mengelola perbedaan, dan menuliskan pengalaman perjumpaan dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan. Perjumpaan ini dianggap penting karena sebagai generasi muda, kita butuh untuk saling mengenal, terutama terhadap pelbagai keragaman agama serta keunikan dan kekhasan di dalamnya. Selama tiga hari, kami berasama-sama mencoba berbagi pemahaman, ide dan pengalaman melalui hal-hal praktis yang kami lakukan.

Apa artinya’Beda’? Apa artimya ‘Sama’?

Makna sesungguhnya dari perbedaan hanya dipahamai jika kita setiap orang ingin terbuka pada perbedaan tersebut tanpa merasa paling benar dan menganggap yang lain adalah salah. Yang menjadi tolak ukur dalam hal tersebut adalah terbuka pada nilai-nilai universal yang ada misalnya nilai perdamaian, tolerasnsi dan harmoni. Membiarkan nilai-nilai tersebut bersinar dan memancarkan cahaya yang sama pada semua orang tanpa mebeda-bedakan suku, agama, rasa dan bangsa. Akibatnya, cahaya itu menyatukan baik yang beda maupun yang sama tanpa menghilangkan kodratnya masing-masing.

Dalam Injil Yohanes, dengan jelas menyadarkan kita bahwa damai itu telah ada dan tertanam dalam hati kita, Ia berada di antara kita, damai itu diberikan oleh Yesus karena Ia sumber sumber damai. Yoh  14:27 “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah  dan gentar hatimu”.

Sebagai RSCJ kami sangat bersyukur untuk kemurahan hati Kongregasi yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk bergabung di Program Peace Train 4 ini. Oleh karena belajar dari Hati Yesus sendiri, yang membentuk kami untuk menjadi pribadi yang lebih mencintai keterbukaan. Hati Yesuslah yang mendidik saya untuk mencintai siapa saja tanpa memandang bulu. Tentu saja program ini bukan hanya sebagai program untuk berjalan dari tempat ibadah ke tempat ibadah yang lain. Namun, bagaimana kami menemukan makna, nilai dan keistimewaan  dan keunikan dari masing-masing agama. Baik itu agama yang sudah diakui oleh negara Indonesia maupun agama-agama lokal. Dari sini mengajak kami untuk membuka wawasan yang lebih luas dengan keanekaragaman budaya dan agama bangsa Indonesia.

Di saat umat kristiani yang lain bersorak sorai menyambut sang raja damai, yaitu hari raya minggu Palma. Kami justru berada di luar gereja dan tidak mengikuti misa bersama umat yang lain. Tentu saja ada kerinduan akan perayaan ini. Namun, setelah kami merenungkan bahwa untuk menyambut sang raja damai yaitu Yesus Kristus, bukan saja disambut di dalam Gedung gereja yang tertata rapi dengan daun-daun palma, namun kami menyambut sang raja damai di dalam hati sendiri. Ketika hati kami damai, tenang dan terbuka bagi orang lain yang berasal dari berbagai latar belakang budaya, suku dan agama, di situlah kami merayakan minggu palma. Kami bersorak sorai  menggemakan damai ke Lorong-lorong pedesaan cireunde, Cimahi dan beberapa tempat ibadah di kota Bandung.

Dari program peace train ini kami merasakan ikatan persaudaraan dan keterbukaan dengan satu sama lain. Walaupun kami memiliki warna kulit yang berbeda, logat Bahasa yang berbeda, agama yang berbeda, budaya yang berbeda, tetapi kami mempunyai satu tujuan yaitu untuk mempersatukan perbedaan itu dalam kasih dan perdamaian. Di dalam keberagaman tersebut kami menjadi kaya akan pengalaman dengan yang maha kuasa. Justru melalui perjumpaan ini kami semakin bangga menjadi warga negara Indonesia yang memiliki kekayaan budaya, dan agama. Dari sabang sampai marauke tetap memegang satu nilai yaitu nilai persatuan.

 

Terima kasih

Cor unum et anima una

Filomena, Yolanda , Henni

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *